Pages

Welcome ^_^

Blog ini isinya kebanyakan curhat saya, bisa dibilang ini katarsis. Kalo ada yang merasa tulisan saya 'ngajak ribut', maafkan saya ya :)

Tuesday, November 23, 2010

Cancer

… Oh, my agony,
know that I will never marry,
Baby, I'm just soggy from the chemo
but counting down the days to go..
It just ain't living
And I just hope you know….
That if you say goodbye today
I’d ask you to be true
Coz the hardest part of this is leaving you…
(Cancer – My Chemical Romance)

Kita semua nggak akan pernah tahu kapan kita pergi dari dunia ini. Kita nggak pernah tahu kapan nyawa kita diambil lagi oleh Tuhan. Dan kita nggak pernah tahu kita ditakdirkan gimana. Seorang penderita penyakit nggak pernah berharap penyakit itu datang padanya. Salah satunya penderita kanker. Banyak orang yang menderita penyakit ini, and as we know, nggak ada satupun yang mau sakit kanker ini. Karena kecil kemungkinannya untuk bisa terbebas dari penyakit ini. Tapi itu semua udah takdir dan kita nggak bisa berpaling dari takdir itu.

Aku memang bukan penderita kanker. Tapi.... bapakku iya. Aku bisa ngerasain apa yang dirasain bapakku. Penderitaan beliau, sakit yang beliau rasakan, ketakutan dan kecemasan beliau... semuanya bisa aku rasakan. Aku tahu bapakku nggak pernah pengen menderita kanker. No one wanna get it. Tapi ini udah takdir. Udah takdirnya bapakku dikalahkan penyakit ganas nan mematikan itu. Ya... bapakku sudah kalah, lalu beliau tertidur dan tidak bisa bangun lagi....

Well... Bapakku menderita kanker beberapa tahun silam. Aku nggak inget tahun berapa itu... Begitu sulit untukku buat inget semuanya. Penyebab penyakit bapak itu pun aku nggak tahu pasti. Yang kutahu, kudengar dari ibuku salah satu penyebabnya dari makanan. Ternyata banyak banget makanan yang bisa memupuk bibit kanker itu. Aku nyesel denger itu semua, tapi apa hendak dikata, nasi udah jadi bubur....
Dalam masa sulit itu bapakku sempat dioperasi. Kanker yang ada di tubuh beliau diangkat. Kalo aku nggak salah kanker itu berada di saluran kencing bapak. Entah di ginjal, entah di...... Whatever. Yang kutahu hanya itu. Aku sengaja nggak mau tahu lebih jauh karena aku sudah diselimuti rasa takut dan cemas yang amat sangat. Lagipula saat itu aku berada di Jogja, dan bapak serta ibu dan adikku di Sumatera Barat. Salah-salah nanti aku stress, dan pastinya itu bisa memperburuk keadaan. Makanya aku hanya tahu ujung-ujungnya saja.

Kupikir setelah operasi itu bapak sudah aman dan sembuh dari kanker, karena setelah itu kondisi bapak mulai membaik. Tapi ternyata dugaanku salah! Aku yang waktu itu masih kelas 1 SMP jelas belum begitu mengerti. Hanya yang kudengar dari ibu, ternyata kanker itu sudah menjalar ke organ tubuh bapak yang lain dan ini sangat membahayakan buat bapak, karena kanker itu sudah merembet sampai ke.... hati! Aku pun memutuskan untuk pulang ke Sumbar, sesuai dengan permintaan beliau. Sepanjang hari aku berpikir, kalau hati nggak berfungsi dengan baik bisa membahayakan nyawa seseorang. Makanya aku sudah bersiap-siap menerima keadaan terburuk yang bakal terjadi pada bapak, karena kulihat semakin hari kondisi bapak makin lemah. Dan ternyata benar. Bapak pun pergi. Agaknya bapak sudah tahu akan kondisi beliau walaupun ibu dan dokter yang menangani beliau merahasiakannya. Makanya beliau pasrah sama Tuhan. Namun di balik itu kulihat dan kuingat bahwa: bapak amat tegar dan tabah menghadapi takdir beliau. Bapak nggak pernah menyesal dan melawan takdir beliau. Bapak nerima aja dengan penuh kesabaran yang beliau punya. Awalnya aku nggak yakin bapak sekuat itu. Namun lama-kelamaan aku ngerti, dibalik fisik yang lemah masih ada jiwa yang kuat.

Untung saja kanker itu hanya melumpuhkan kerja hati bapakku, bukan perasaan beliau. Karena kalau sampai itu terjadi, aku nggak mungkin mendapat pelajaran terakhir dari bapak. Semoga itu dihitung Tuhan juga sebagai ibadah beliau. Amiiin....

Beruntung aku punya ibu yang hebat, bahkan terhebat di dunia – menurutku, tentu saja. Ibuku sabar dan telaten merawat bapak saat bapak sakit. Ibuku selalu update hal apapun tentang kondisi bapak. Ibuku tegar dan tabah mengahdapi cobaan itu. Inilah yang bikin ibuku hebat. Beliau jadi lebih peduli pada orang lain. Ibuku tahu seluk-beluk suatu penyakit, contohnya kanker itu. Ibuku tahu penyebabnya, gejalanya, sampai cara mengatasinya. Ibuku tahu jenis-jenis obat dan kegunaannya. Tak hanya obat-obatan kimia, tapi juga dari bahan alami. Ibuku tahu harus berbuat apa dikala kita sakit. Ibuku nggak pernah malu untuk belajar lagi. Ibuku nggak malu bertanya pada yang lebih ahli demi menambah pengetahuannya. Makanya, semenjak bapak meninggal, aku yang awalnya tidak terlalu terbuka pada ibuku – aku selalu terbuka dan amat dekat dengan bapak – mulai mau jujur pada ibu tentang segala apa yang kurasa. Bagiku, ibuku dokter pribadiku, konsultan pribadiku, psikolog-ku, guruku, sahabatku, dan teman diskusiku. Tak heran aku jadi begitu akrab dengan ibu. Bisa dibilang beliau lebih dari sekedar ibuku... Dan tak bisa dipungkiri teman-temanku jadi iri padaku. Mereka ingin sekali punya orang tua seperti ibuku.. Alhamdulillah...

Kini, aku amat tertarik pada hal-hal mengenai kanker. Aku tidak takut lagi untuk mengenalinya lebih jauh. Aku selalu bertanya tentang apa yang tidak kumengerti dari sumber-sumber dan mendiskusikannya dengan ibuku. Aku memang nggak tahu apa yang bakal terjadi pada diriku besok, tapi.... well, aku nggak mau kena kanker. Yah... Setidaknya aku bisa menghindarinya selagi belum telat ini.

Dan kemarin siang, di tengah pasar, aku bertemu seorang remaja lelaki duduk tak berdaya di tengah jalan. Sambil mengangkat tangannya yang kurus sekali, ia memohon sedekah dari setiap orang yang lewat. Yang aku tak mengerti awalnya, sakit apa dia sebenarnya hingga ia seakan nggak punya tenaga? Kutatap ia dari kepalanya hingga berhenti tepat di... kakinya! Masya Allah... kasihan sekali anak ini... Kulihat kakinya tampak aneh dan lain dari kaki orang biasa. Kakinya membengkak! Memang hanya kaki kanannya, tapi sangat besar.... Masya Allah... Berkali-kali aku ‘ngucap, sambil memohon pada Tuhan:” Ya Allah... Tolonglah saudaraku ini.... Kasihan dia... “. Dan otakku langsung memunculkan satu kata yang membuatku merinding: kanker! Andai aku bisa berbuat lebih....

Aku berencana akan mendiskusikan hal ini pada ibuku besok, karena memang baru besok beliau pulang ke rumah. Jangan mikir yang macem-macem.... Ibuku memang sibuk banget. Kali ini beliau sedang mengikuti diklat pustakawan di Padang. Yap.... tepat sekali. Ibuku bekerja di perpustakaan umum daerah kotaku. Tak heran ibuku rajin membaca dan punya banyak ilmu. Didukung dengan rasa ingin tahu beliau yang kuat dan ketertarikan beliau pada hal-hal yang baru menjadikan beliau lebih pintar.
Saat ini umurku sudah hampir 17 tahun. Aku sudah makin dewasa dan aku sudah bisa mengontrol diriku lebih baik dibanding tahun-tahun lalu. Aku sudah mantap dengan apa yang kuambil saat ini. Walaupun di sekolah aku mengambil jurusan IPS, dan aku nggak bakal kuliah di kedokteran, aku akan tetap mempelajari tentang kesehatan lebih jauh, seperti ibuku. Terutama tentang..... kanker.

Solok, 071207

Ayah Juara Satu Sedunia

Ayah dengarlah.. Betapa sesungguhnya ku mencintaimu. Kan kubuktikan ku mampu penuhi maumu…

6 tahun semenjak kepergian bapak,
Aku berusia 19 tahun kini. Usia yang cukup rawan di masa perkembanganku, remaja akhir dan dewasa awal. Hidup sendiri di kota besar seperti ini terasa berat bagiku, walaupun tidak seberat dulu, 7 tahun lalu, saat aku “terasing” di kota ini. Begitu banyak godaan yang tak sanggup kulewati begitu saja, namun otakku masih cukup waras untuk tidak mudah terbujuk rayuan setan itu. Masih bisa kuingat Tuhan, hari akhir, kehidupan setelah di dunia, ibuku, adikku, dan…. bapak.

Kalau boleh kukutip kalimat Ikal dalam “Sang Pemimpi”, bapak adalah ayah juara satu sedunia. Kesabarannya, kegigihannya, cintanya yang besar pada kami keluarganya, keteguhannya, kekuatannya, benar-benar menginspirasiku dan mengajariku tentang bagaimana aku harus berbuat, walaupun tak secara langsung saat ini, walaupun aku harus mengingat-ingat semua yang beliau ajarkan itu. Beliau benar-benar bisa membuatku merasakan kekuatan dan ketabahannya saat beliau kesusahan. Beliau mampu membuatku merasakan kebahagiaannya saat beliau senang. Beliau benar-benar ayah terbaik sedunia, tak ada yang bisa menyangkalnya.

Sikap diam yang bapak miliki bukan tiada arti. Bapak diam bukan karena tak mengerti. Bapak diam bukan tak menghargai. Aku sangat mengagumi bapak dengan ‘diam’nya itu. Tenang, sabar, sopan, penuh penghargaan.. Apalagi diiringi senyum tulus yang tersungging di bibirnya. Walaupun tak berkata apapun, siapapun yang melihatnya bisa merasa lebih tenang dan berpikir, “Masalah ini sudah selesai”. Begitulah bapak. Tak begitu banyak bicara, tapi entah bagaimana beliau bisa mengatasi semuanya dengan baik.

Sampai saat ini masih bisa kuingat jelas detik-detik kepergian bapak. Seakan ingin mengajarkanku dan menghiburku dalam satu waktu sekaligus, bapak yang kala itu sudah ingin “pulang”, tetap berusaha tersenyum dan aku tahu itu amat susah baginya. Aku menyadari saat itu, bapak adalah pria tangguh, benar-benar tangguh. Hingga ajal menjemput, beliau masih tak ingin menyerah, beliau masih berusaha. Semangat hidupnya benar-benar kuat. Entah bagaimana lagi aku bisa menggambarkannya dengan tepat. Yang kutahu hanyalah, bapak benar-benar kuat dan hebat.

Aku benar-benar kehilangan figur bapak di hidupku setelah beliau pergi. Tak ada lagi orang yang bisa memanjakanku, mendengar keluh kesahku dengan sabar dan selalu tersenyum, mengajariku dengan sabar walaupun beliau tahu aku tidak cukup pintar, mengantarkan tidurku dengan dongeng-dongeng yang tak pernah bosan kudengar walaupun sudah ribuan kali kudengar, memelukku di saat aku mimpi buruk, menggendongku ketika aku tak bisa berjalan karena kakiku terkilir parah, memasak makanan yang aneh dan berbeda dari biasanya saat ibuku bertugas ke luar kota dalam waktu yang lama… Hidupku terasa hambar tanpa kehadiran bapak, apalagi menghadapi fakta bahwa.. aku belum sempat membuat bapak bangga.

Aku sering bermimpi bertemu bapak. Entah itu kenangan masa lalu, atau bapak yang tiba-tiba sehat walafiat. Tentu saja aku tidak menceritakan hal ini pada ibuku, karena aku tahu bukan hanya aku yang rindu bapak, jadi kalau aku ceritakan pada ibu, yang ada kami berdua sibuk menangis, karena saking rindunya kami pada sosok bapak yang gagah, kuat, dan hebat. Adikku juga sering sedih bila ingat bapak, aku tahu ia juga sangat rindu pada bapak, mengingat usianya yang masih sangat belia saat ditinggal bapak. Hingga kini, setiap menonton film yang bertema ayah, atau apapun yang menyinggung masalah ayah, bisa dipastikan aku langsung menangis, walau sebenarnya bagi orang normal itu masih tergolong biasa. Setiap habis bermimpi bertemu bapak, aku menangis tanpa henti. Menulis tentang bapak, seperti saat ini, air mataku terus menetes tak bisa kuhentikan. Melihat seorang ayah dengan anaknya, hatiku teriris, kenapa aku tidak bisa seperti mereka. Hidup di tengah orang yang kurang menghargai ayahnya, hatiku sakit sekali, kenapa mereka menyia-nyiakan orang yang berarti dan sangat berjasa dalam hidup mereka, apa mereka harus kehilangan ayah mereka terlebih dahulu, baru menyesali semuanya setelah itu, seperti yang kualami sekarang?

Begitu banyak orang yang menyayangi bapak. Tak hanya kami, keluarga kecilnya, tapi juga hampir seluruh keluarga besarnya. Begitu pula teman-teman beliau. Semuanya menghormati bapak. Terlihat jelas dari bagaimana cara mereka memperlakukanku, membantu keluargaku, menghiburku.. Masih bisa kuingat bagaimana Mbah Putri – ibu kandung bapak, memandangiku seksama saat aku bercerita tentang segala hal yang kualami, menciumku dengan penuh kasih sayang, memberiku semua yang kuingini, dan tak bisa kulupa, beliau menangis ketika memberiku wejangan saat sungkeman. Pak De – kakak bapak yang tertua, yang cukup terharu memandangi foto bapak, seakan kembali ke masa lalunya yang indah bersama bapak dulu, ketika aku bertanya bapak yang mana di foto itu. Bu Yati – adik perempuan bapak yang saat ini mengasuhku, tertawa lepas ketika ingat kenangan-kenangannya bersama bapak dulu. Atau teman-teman bapak yang selalu berkata, “Bapakmu orang yang baik. Baik sekali”. Tak sedikit pula yang berkata, “Kamu persis bapakmu”. Aku selalu terharu dan ingin menangis ketika berhadapan dengan mereka, tapi kutahan, aku tak mau mereka sedih, walaupun aku tahu, sedih sekali rasanya kehilangan orang yang kita sayangi dan betapa rindunya kita pada sosoknya.

Saat ini yang bisa kulakukan hanya terus berusaha, menjadi lebih baik, merangkai mimpi dan mewujudkannya, menjaga dan membahagiakan ibuku, seperti yang diinginkan bapak, begitu menurut Simbah, teman kepercayaan bapak. Aku tak ingin mengecewakan bapak, aku yakin bapak masih mengawasiku dan selalu bersamaku. Bapak selalu ada di hatiku. Takkan pernah habis rasa cinta ini, rasa sayang ini, dan sangat bangga, pada bapak, ayah terhebat dan terbaik sedunia.
Love you so Dad. You always stay in my heart.

Jogja, 21-22 Desember 2009

Monday, May 17, 2010

Kidung Matahari - Pentas Produksi Musik XXII Sanggar Nuun Yogyakarta (part 2)

Akhirnya "Kidung Matahari" hadir di Yogyakarta. Bertempat di Auditorium LIP, Sagan, pada 10 Mei 2010, dimulai pada (kira-kira) pukul 20.00, dibanjiri penonton dari berbagai kalangan. Agaknya para pecinta seni di Jogja dan sekitarnya benar-benar ingin menyaksikan pementasan yang dikemas berbeda dari pementasan-pementasan yang sudah ada ini. Terbukti dengan ludesnya tiket yang terjual, tingginya angka pemesanan tiket jauh hari sebelum pementasan (alhamdulillah...).

Pementasannya berjalan.... sedikit tersendat. Berbagai trouble terjadi, baik itu yang berasal dari player maupun teknis. Namun, terlepas dari semua itu, saya sendiri lebih suka pementasan kali ini dibanding yang di Bandung, coz yang kali ini lebih tertata dan lebih rapi. Cuma kendala microphone pingsan-pingsan gitu dan sound monitor yang ga begitu kedengeran yang bikin mood saya agak terganggu.

Now.. review penampilan yang ada saya-nya.

Adegan pertama, tidur massal. Tumben, yang kali ini lama banget, mpe pegel seluruh badan, abiz tidurnya nanggung nih.. hehehe. Jam 3 nya ga kompak, tapi untungnya mas Mumun ga fals jadi terobatilah ketegangan pertama kami.

Lesung Jumengglung, sedikit fals, dikit banget, tapi tetep kerasa falsnya. yang jam 3 untungnya ga fals lagi. Jadi yang sekarang ini kebalikan dari yang di Bandung. hehehe

Lagu Matahari, ternyata mic-nya sempet pingsan juga nih di awal lagu, tapi saya nyantai aja nyanyinya. Dan berhubung kondisi badan emang lagi kacau abiz keujanan berhari-hari, saya ga bisa mempertahankan energi bernyanyi saya sampe akhir lagu, jadilah di akhir lagu power saya berkurang dan merem saya udah ga bisa ketolong lagi. (ampuuuuun >.<)

Candikala, duuuh mic-nya mau saya taroh dimana?? kalo di tengah panggung, ntar Doa Malam-nya gimana?? Saya ga punya saku rok.. haduuuh, finally saya bawa beserta bunga lilin di tangan kanan. Bodo ah, yang penting selamet. hihihi

Lagu Doa Malam, olala... mic-nya Adit mati sampe akhir lagu! Mood saya yang udah terganggu jadi makin kacau gara-gara ini. Tapi ya udahlah, direlain aja.. Padahal kalo mic-nya aman semua nih, keren jadinya lagu ini. Adit udah ga fals lagi di nada-nada tertentu...

Evaluasi saya sendiri.. ya itu tadi, mempertahankan power bernyanyi. Lain kali saya kalo mau mentas bener-bener menjaga deh, ya badan ya mood ya pikiran... Soalnya beneran, itu ngaruh banget sama kualitas suara yang keluar.. (ampun mas Ipink...)

Sesuai dengan salah satu uneg-uneg seorang teman, semoga dengan ikut berproses di Kidung Matahari ini, kita, 11 penyanyi dari PSM Gita Savana bisa menularkan semangat dan budaya-budaya positif yang udah kita dapatkan selama 2 bulan bersama Sanggar Nuun ini. Dengan harapan ada perubahan yang positif di lingkungan PSM Gita Savana, setidaknya bisa melengkapi kekosongan-kekosongan yang ada di "sanggar" kita.

Salut buat teman-teman Sanggar Nuun dan PSM Gita Savana. Semoga persahabatan dan persaudaraan ini ga berakhir di sini, tapi bisa tetap dipertahankan sampe kapanpun. Amiiin ^^

Friday, May 7, 2010

Jumat, 7 Mei 2010 - Manajemen dan Organisasi

Manajemen dan Organisasi
by Pak BNI

- Produktivitas: perbandingan antara sumber daya yang dikorbankan (input) dengan hasil kerja yang sesuai dengan target, dengan mempertimbangkan kualitas dan kuantitasnya.
- Produktivitas harus: input konstan, output lebih besar dari input; dengan melakukan pengurangan input, tapi output-nya konstan.
- Kepuasan kerja: sikap yang positif dari tenaga kerja meliputi perasaan dan tingkah laku terhadap pekerjaannya melalui penilaian salah satu pekerjaan sebagai rasa menghargai dalam mencapai salah satu nilai-nilai penting pekerjaan.
- Dimensi kepuasan kerja: pekerjaan itu sendiri, atasan, teman sekerja, promosi, gaji/upah, kesesuaian kepribadian dengan pekerjaan.
- Teori-teori motivasi
* Teori kebutuhan (Abraham Maslow): kepuasan didapat manusia bila telah terpenuhi lima kebutuhan yang bertingkat, yaitu kebutuhan fisiologikal, rasa aman, kasih sayang, harga diri dan aktualisasi diri.
* Teori Kebutuhan berprestasi (Mc Clelland): motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan seseorang akan prestasi.
* Teori ERG (Clyton Alderfer): E=existence need, R=relatedness need, G=growth need. Intinya, karena menyadari keterbatasannya, seseorang dapat menyesuaikan diri pada kondisi obyektif yang dihadapinya dengan memusatkan perhatiannya kepada hal-hal yang mungkin dicapainya.
* Teori Dua Faktor (Herzberg): hal-hal yang mendorong seseorang berprestasi adalah faktor motivasional yaitu yang berasal dari dalam dirinya, dan faktor hygiene yaitu yang bersumber dari liar dirinya.
* Teori keadilan (John Adam): rasio output dan input karyawan, terkait dengan apa yang dikerjakan karyawan dan apa yang didapat karyawan dari hasil pekerjaannya itu.
* Teori penetapan tujuan/goal setting (Edwin Locke): semakin sulit tujuannya, semakin termotivasi seseorang atau malah putus asa.
* Teori Harapan (Victor Vroom): motivasi merupakan akibat dari suatu hasil dari yang ingin dicapai seseorang dan perkiraannya bahwa tindakannya akan mengarah pada hasil yang diinginkannya itu.

Senin, 3 Mei 2010 - Psikologi Abnormal

Psikologi Abnormal
by Bu Satih

From Bu Satih:
- pengenalan identitas gender: proses belajar mengenali diri sejak masa anak-anak/usia dini
- Gangguan identitas gender: proses belajar yang salah. Secara biologgis ada produksi hormon yang berlebihan
- disfungsi seksual: ditangani dengan memberikan edukasi tentang pengetahuan seks yang benar
- parafilia: kelainan seks berkaitan dengan objek yang tidak tepat
*eksibionisme: mempertontonkan alat kelaminnya biar puas
*fetitisme: pakaian, dompet, barang-barang lawan jenis sebagai alat pemuasnya
*sodo-masokhisme: menyiksa pasangan atau disiksa dulu biar puas
*incest: pertalian darah
*pedofilia: suka anak-anak, jauh banget jarak umurnya
*zoofilia: berhubungan dengan binatang
*nekrofilia: dengan mayat
*voyeurisme: mengintip
- penanganan: edukasi, menghindari trauma-trauma pada anak-anak, kasih pengetahuan seks yang tepat
- Terapi: puasa, gerak fisik, mengalihkan energi

Tuesday, May 4, 2010

Kidung Matahari - Pentas Produksi Musik XXII Sanggar Nuun Yogyakarta (part 1)



Pementasan ini merupakan pentas produksi ke XXII Sanggar Nuun Yogyakarta. Pementasan ini diadakan di dua kota, yaitu pada 27 April 2010 di Bandung dan 10 Mei di Jogja. Kali ini Sanggar Nuun melibatkan sekitar 35 pemain, diantaranya 11 penyanyi dari PSM Gita Savana.

Pementasan ini terbilang unik dan berbeda daripada pementasan-pementasan yang sedang ngetrend sekarang ini. Dengan mengusung musik akulturatif, menggabungkan konsep musik modern dengan musik etnik Indonesia, menjadikan pementasan ini mengundang respon dan apresiasi positif dari pecinta seni Indonesia, khususnya di Bandung dan sekitarnya. Walaupun dikemas secara maraton selama kurang lebih 95 menit non stop, banyak penonton yang berkomentar tidak bosan dan senantiasa menanti kejutan-kejutan yang dihadirkan dalam pementasan yang tak hanya menghadirkan seni musik namun juga teater ini.

Kesan yang mendalam hadir dalam benak kami, PSM Gita Savana, yang ikut berpartisipasi dalam pementasan ini sebagai pemain. Begitu banyak cerita, ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan selama berproses disini. Sungguh suatu hal yang baru bagi kami, dimana kami harus bernyanyi, mengolah kata, menari, berakting dalam satu waktu. Tak seperti yang sudah biasa kami lakukan, kami hanya menyanyi dan berkoreo saja. Ditambah dengan fakta bahwa kami diposisikan sebagai figuran utama, dimana kalau kami jelek sedikit saja, langsung membuat yang lainnya jelek di mata penonton (hehehe, maap pak sut.. bingung menggambarkan kata2 yg tepat ^^).

Bagi saya, ini jelas hal yang baru. Menyanyi memang seperti makan bagi saya, tampil di pentas sudah seperti ngobrol dengan teman saja, tapi saya baru pertama kali terlibat dalam pementasan musik beralur seperti ini. Sungguh, ini jadi pengalaman berharga buat saya, dan gak akan saya lupakan. Bagaimana saya harus jadi "artis serba bisa" dalam satu waktu, bagaimana saya harus bisa mengontrol emosi dan insting "menggaruk" selama saya ada di panggung, karena hal sekecil apapun benar-benar dinilai oleh penonton.... Berat, tapi saya senang. Saya mendapat banyak ilmu dari sini.

Pentas di Bandung, seru. Saya baru tau Bandung ternyata seperti itu. Menjebak, karena tiba-tiba suara saya dan teman-teman PSM GS anjlok dan memalukan. Mana pake acara sakit segala...

Adegan pertama yang kita ikutin, tidur jam 3 pagi (+ masuk dadakannya). It's okay, kita (PSM GS) udah bisa natural, walaupun masih ada yang canggung. Bingung juga, bangun-bangun udah di panggung, pake make up, pakaian rapi... alhasil ya begitulah ^^

Back-song 1, jam 3 pagi. Kita ketinggian dikit nadanya. Pas nyampe Lesung Jumengglung, pas, ga fals. Tumben, biasanya yang jam 3 bagus, Lesung-nya melorot, lah ini? Ajaib!

Adegan robot-robot. Yang ini cuma berlima diantara kita. Kesan saya di adegan ini: Rifqy marah beneran alias natural, Fitri kaya adegan video klip, Jovi FTV banget, Denok sinetron dangdut, Syifa santai selalu. Hihihi (peace teman-teman)

Lagu Matahari. Time for singing. Suara saya yang lagi anjlok juga, jadiin malem itu bener-bener menyiksa saya lahir batin. Saya merasa itulah saya nyanyi Matahari paling jelek, kondisi suara ga menguntungkan, badan yang masih belum begitu enak, kepala yang kliyeng-kliyeng karena sorot lampu yang bener-bener kaya matahari... Tapi hebatnya, di bagian reff kedua yang biasanya saya fals dikit, malem itu gak fals. But overall.. Saya masih kurang puas nyanyinya..

Candikala, kita nyanyi iya, nari iya, konsentrasi penuh iya. Pegangin lilin ga boleh kebakaran ato mati ketiup angin, truz nyanyi semaunya, pake nari ikutin tempo hati masing-masing yang harus sama dengan pemain lainnya. Inilah yang paling melelahkan buat saya. Gak biasa yang kaya begini. Buat saya, ya disinilah luar biasanya pementasan ini. Benar-benar berbeda dari apa yang biasa kami lakukan dan kami tampilkan di PSM GS, bahkan mungkin ga ada di PSM GS.

LAgu Doa Malam, duet bareng Adit. Banyak bagian lagu yang rentan meleset pitch-nya, dan ternyata terjadi juga, but it's okay... Udah mulai dapet feel-nya walaupun masih bingung mengungkapkannya lewat nyanyian gimana.

Evaluasi saya sendiri... untuk lagu-lagu yang saya nyanyikan, saya masih bingung dan masih belum bisa mengungkapkan perasaan saya lewat lagu-lagu itu. Saya udah ngerti lagunya gimana, tapi gimana menyampaikannya dengan benar, hingga penonton itu bisa merasakan apa yang saya rasakan, memang susah banget dan saya belum berhasil melakukannya. Semoga besok, pas pementasan di Jogja saya bisa melakukannya. Amiiin

Salut banget buat teman-teman Sanggar Nuun, kerja kerasnya, persaudaraannya, keberaniannya.. semuanya. Saya jadi berandai-andai, bisa gak ya teman-teman PSM GS setelaten, segiat, segigih teman-teman Sanggar Nuun? Saya sendiri berharap semoga dengan persaudaraan kita - PSM GS dan Sanggar Nuun - dapat membantu PSM GS menjadi jauh lebih baik dan mendapatkan semangat berkarya yang kuat seperti teman-teman Sanggar Nuun.

Yang jelas, semoga pementasan di Jogja sukses dan berjalan lancar. Amiiin

Pementasan KIDUNG MATAHARI (The Sound of Harmony)
Produksi musik XXII oleh SANGGAR NUUN Fak. Adab, UIN Yogyakarta
Minggu, 10 mei 2010
jam 19.30 - 21.00 WIB
HTM : Rp. 10.000
di Lembaga Indonesia Perancis (LIP) Yogyakarta
(Jl. Sagan No. 3 Yogyakarta 55223)
Tiket dapat di pesan via sms di : 0247.82.444.54

Saturday, May 1, 2010

Concerto IX UKM PSM Gita Savana UIN SuKa Jogja



Sabtu, 24 April 2010, merupakan saat yang dinanti-nanti angkatan Symphoni untuk membuktikan kehadiran mereka di keluarga besar PSM Gita Savana. Yap, konser yang mengangkat tema "Symphoni Bertabur Cinta" ini merupakan puncak DIKSAPARA XII yang telah mereka tempuh selama 4 bulan terakhir, dan juga sebagai pengukuhan mereka sebagai anggota penuh PSM Gita Savana.

Angkatan ini beranggotakan 34 orang,terdiri dari 7 laki-laki dan sisanya perempuan, yang berasal dari fakultas dan prodi berbeda. Semua perbedaan diantara mereka dapat mereka satukan selama berproses awal 4 bulan ini. Hebat dan menakjubkan.

Semua kelelahan berproses itu terbayar sudah dengan suksesnya konser studi pentas mereka, ditandai dengan penjualan tiket yang laris manis, apresiasi positif dari penonton, dan kepuasan tersendiri yang mereka rasakan sangat berbeda dari biasanya. Dengan segenap usaha dan tenaga, mereka dapat menampilkan 14 lagu yang dikemas dalam 4 sesi dengan baik.

Dalam sesi 1 - sesi klasik, PSM Gita Savana menampilkan 4 lagu berturut-turut, yaitu All Things Bright and Beautiful, Since First, Of All The Bird That I Do Know, dan The Long Day Closes. Keempat lagu ini berhasil dibawakan dengan baik dengan conductor Mas Ipink selaku pelatih PSM Gita Savana. Terlepas dari beberapa kesalahan kecil yang terjadi, saya merasa puas dan takjub dengan keberhasilan teman-teman menampilkan performance terbaik mereka pada sesi ini.

Sesi 2 - sesi religi, saatnya anggota Symphoni unjuk gigi. Mereka membawakan 4 lagu berturut-turut, yaitu Berserah Diri, Syair Abu Nawas, Satu Rindu, dan HidayahMu. KEempat lagu ini merupakan lagu-lagu religi, dimana menuntut penghayatan yang mendalam dari setiap penyanyinya agar maksud lagu tersampaikan. Dan teman-teman Symphoni dapat melakukannya dengan baik. Bahkan di lagu Satu Rindu beberapa penyanyi dan conductor, Ruri, menitikkan air mata. Yang membuat saya kagum adalah ketika teman-teman Symphoni menangis, mereka tetap mampu menyanyikan lagu ini dengan baik. Saya pun merasa tidak akan bisa seperti mereka, sedangkan saya diam dan hanya bermain gitar di jajaran musik pengiring, saya menjadi susah berkonsentrasi karena menangis.

Sesi 3 - sesi folklore. Sesi ini menampilkan penyanyi-penyanyi perwakilan angkatan sebelum Symphoni, yaitu Soul, Amore, Rhapsody, dan Maestro. Mereka membawakan 4 lagu daerah Indonesia yang berasal dari daerah berbeda-beda yaitu Tardigadingdang Do (Batak Toba), Paris Barantai (Kalimantan), Lesung Jumengglung (DIY), dan Tanduk Madjang (Madura). Dengan kostum atasan baju bodo Sulawesi kuning dipadu dengan sarung batik hijau-hitam, sesi ini terkesan sangat Indonesia. Keempat lagu tersebut dibawakan dengan sangat baik, dengan kemasan teknik bernyanyi yang stabil dan koreo yang sederhana menjadikan penampilan mereka mampu memukau penonton malam itu.

Sesi 4 - sesi penutup, ditampilkan dua lagu pop yaitu You Will Be My Music dan Aku Melangkah Lagi. Lagu terakhir mampu menjadi penutup konser yang meriah karena dikemas dengan nada-nada ceria, teknik bernyanyi yang ceria dan koreo yang "lepas". Terbukti dengan meriahnya tepuk tangan penonton setelah lagu ini berakhir.

Overall... Saya puas dengan konser ini, kelelahan dan semua kesengsaraan yang saya alami 4 bulan tersebut terbayar dengan bagusnya penampilan teman-teman PSM Gita Savana malam itu. Saya benar-benar salut dan bangga pada usaha dan keikhlasan mereka untuk benar-benar bernyanyi dan menjadi seorang artis yang seharusnya, walaupun belum sempurna.

Semoga tetap solid Symphoni, jaga persaudaraan dan kekeluargaan kita, selamat datang di keluarga besar PSM Gita Savana. Jangan kapok berproses dan ikut konser, kita bisa dapat banyak pelajaran dan pengalaman dari sana. Keep GS spirit!!!

Friday, April 30, 2010

Yogya Chicken



Pengen makan ayam goreng ala KFC, CFC, Texas chicken, McD, dll dengan harga super murah? Ke Yogya Chicken aja. Cuma dengan duit Rp6000 aja kita udah bisa menikmati seporsi nasi+ayam goreng lezat+teh. Mantep!

Kalo orang2 Jogja mah pasti udah hafal banget sama tempat makan yang biasanya disingkat jadi "Jogchick" ini karena tersebar di seantero Jogja dan sekitarnya. Malah sekarang udah buka cabang sampe Godean dan Klaten. Harga yang murah, tempat yang luas dan nyaman, bisa bikin tempat ini jadi tujuan utama orang-orang yang kelaperan siang malem. Dan sepanjang sejarah saya di Jogja ini, belum pernah kutemui yang namanya Jogchick itu sepi, rame truz!

Biasanya nih ya, yang sering nangkring disana rata-rata mahasiswa dan pelajar. Gimana enggak jadi favorit dua kalangan ini, wong rata-rata duitnya pas-pasan, truz lagi pengen makan enak. Jadilah Jogchick ini tempat sasaran isi perut. Tapi jangan salah, bukan berarti ini tempat pelarian ya, emang ayamnya enak kali. Ada rasa khasnya yang bikin beda sama ayam goreng lainnya. Pelayanannya juga memuaskan, tempatnya sejuk...

Kalo saya dan teman2 - dan pacar juga, mampir ke Jogchick belakang Empire XXI. Abiz nonton, kelaperan, sebelum pulang kesitu dulu. Jadilah paket liburan Rp23000 (tiket bioskop 15rb, makan 6rb, parkir bioskop+jogchick 2rb. Hemat banget kan?

Biasanya juga di Jogchick ini nyediain promo, beli paket B + 1rb bisa dapet es krim sundae. Ga kalah ma produk2 luar kan?

Berminat?

YOGYA CHICKEN
Buka: 09.00 – 21.00
1.Jl.Tribata no.5 Kompleks Polri Balapan (0274) 541181
2. Jl. Gejayan Pelem Kecut no.36 B (0274) 524179
3.Jl. Empu Tantular no.102A Puren (0274) 547576
4. Jl. Kaliurang km5.5
5.Jl. Ibu Ruswo Yudonegaran
6. Jl. Godean KM
7. Jl Affandi 36-B RT 013/04,Caturnunggal,Depok, 0274-524179

About My Dad



Bapak, bernama Abdul Ghofur, lahir di Mungkid, 25 Mei 1954. Bapak anak ke-3 dari 8 bersaudara. Dibesarkan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang dari Mbah Abdul Karim (alm) dan Mbah Sri Wahyuti, bapak akhirnya jadi bapak yang baik buat anak-anaknya, imam yang teladan bagi keluarganya, dan sosok yang dikenal baik dan santun oleh teman-temannya.

Bapak mendidik aku dan adikku dengan penuh kesabaran, dengan harapan kami berdua bisa jadi dua putri yang santun, penuh karakter putri Jawa yang tak hanya terdidik secara akademis, juga secara adat dan budaya. Walaupun dalam urusan didik-mendidik ini bapak seringkali berbeda pendapat dengan ibu, tapi bapak tetap teguh menjalankan prinsipnya, biar kedua putrinya ini tidak salah jalan dan tidak lupa kalo mereka berdua ini orang Jawa. Wajar, karena kami sekeluarga hidup di Sumatera Barat, dimana adat dan budayanya banyak berbeda dengan adat Jawa.

Banyak sekali yang membuat aku kagum dan mengidolakan bapak. Kesabarannya yang luar biasa, ketulusan hatinya membantu sesama, kelapangan dadanya menerima semua cobaan.. Aku baru menyadari itu semua saat bapak mulai sakit hingga bapak tiada. Aku baru saja beranjak remaja saat itu. Dan aku baru tersadar bahwa semua itu berguna dan bermakna saat ini, dimana aku harus hidup sendiri, jauh dari keluarga, dan aku harus berhubungan dengan banyak orang.

Takkan ada habisnya bila aku bercerita tentang bapak, seorang lelaki gagah yang tegar dan "sempurna" di mataku. Tak terasa sudah hampir 7 tahun bapak pergi. Aku gak pernah bisa lupain saat-saat itu, yang membuat aku merasa bersalah dan menyesal atas semua kelakuanku yang bikin bapak susah. Namun aku ingat sekali, bapak tetap tulus mencintaiku tanpa syarat, biarpun aku nakal sekali waktu itu. Aku kangen beliau, bapakku yang selalu tersenyum untukku, hingga di saat-saat terakhirnya berada di dunia ini.

Saat itu, 3 Juni 2003, pagi hari. Kugenggam tangan bapak erat-erat, saking takutnya aku kehilangan beliau. Air mataku tak bisa kubendung, tapi bapak tersenyum. Aku mengerti arti senyumannya itu, "Bapak gak apa2 koq, kalian jangan nangis, biar bapak tenang. bapak sayang kalian". Saat itulah aku baru menyadari betapa bodohnya aku yang membiarkan diriku terbawa insting-insting negatif, sampai aku bisa berbuat hal-hal yang bapak dan ibu gak suka, bikin mereka marah dan susah.... Aku merasa berdosa sekali.

Penyesalan itu bertambah saat aku menyadari aku gak sempat "mengantar" bapak pergi. aku yang sudah tak kuasa menahan tangis saat itu langsung dibawa keluar ruangan tempat bapak dirawat. dan semuanya begitu cepat, tak lama tetanggaku, bu ucok, keluar dan memelukku, lalu membawaku ke ruangan bapak lagi. kulihat bapak sudah diselimuti dari ujung kaki ke ujung kepala. aku histeris dan pingsan. aku menyesal sekali.

sekarang yang bisa kulakukan hanya berdoa buat beliau, agar beliau tenang di alam kubur, diampuni semua dosanya. Semoga semua yang beliau berikan pada kami, keluarganya, kasih sayangnya, nilai-nilai yang diajarkannya dapat berguna bagi kami, anak-anaknya terutama.

I love you dad.. You always in my heart.

Jumat, 30 April 2010 - Manajemen & Organisasi

Manajemen & Organisasi
by Pak Benny

Hasil diskusi kelompok kecil bareng Amrul "Dalang", Ahmed, Tyan, Sabran "Nana", Ridho, Icha:
A. About 7S
komponennya:
- strategi, yaitu rute yang telah dipilih organisasi untuk mencapai tujuan
- struktur, kerangka dalam organisasi
- sistem, terkait dengan inovasi, kompensasi, dll
- style, gaya yang dilakukan pemimpin
- staff, yaitu SDM yang ada di organisasi, untuk dikembangkan
- shared values, persamaan nilai yang dipegang dalam organisasi

tujuan dan fungsi:
- membantu manajer mencari pilihan-pilihan stratejik sebagai alternatif bila pilihan awalnya sulit dijalankan
- membantu meningkatkan kualitas manajemen dan SDM dalam organisasi
- membantu manajer mengatasi kesulitan-kesulitan terkait perubahan organisasi

B. About DMAIC
terdiri dari:
- Define, menyatukan pendapat dari tim dan sponsor mengenai proyek yang dilakukan, meliputi ruang lingkup, tujuan , biaya, target.
- Measure, mengumpulkan data-data tentang rencana proyek
- Analyze, menganalisis penyebab-penyebab yang bakal mempengaruhi input & output proyek
- Improve, menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah
- Control, melengkapi semua kerja proyek dan menyampaikan hasil kerja perbaikan kepada up management

fungsi dan tujuan:
- membantu meningkatkan kualitas pelaksanaan proyek atau kegiatan organisasi

Jumat, 30 April 2010 - Fiqih & Ushul Fiqih

Fiqih dan Ushul Fiqih
by Pak Oman

Aliran Ushul Fiqih
--> mengacu pada pendekatan yang digunakan oleh ulama dalam merumuskan kaidah-kaidah ushul fiqih sebagai sarana untuk merumuskan hukum Islam.

Ada 3 aliran:
1. syafiiah (mutakallimin)
2. hanafiah (fukaha)
3. kombinasi

Kulo nuwun....

Huff... Kali ini blog-nya beneran deh Dab... Yang kemaren2 kan putus di tengah jalan, yang kali ini semoga bisa berlanjut terus.

well.. about this blog, yang mau gw tulis-tulis disini, antara lain:
- bahan2 kuliah tiap hari
- review buku yang udah gw baca
- review film yang udah gw tonton
- tempat2 makan di jogja yg asik2 ala gw
- review beberapa konser yang gw ikuti
- significant persons di idup gw

tentunya beberapa butir di atas disesuaikan dengan mood saya ya Sodara-sodara... ^^

umm.. bila ada yang tersenggol di tulisan2 saya, ampun nyai.. yang namanya tergantung mood mah bisa siapapun kena. hihihi. kalo ada waktu dan duit berlebih gw traktir deh buat ngilangin sakit atimu. Peace ^^

yo deh, mari kita menulis... hidup musik!!!! lho?